Alur permainan
Di masing-masing tim, ada lima pemain yang masing-masing mengendalikan avatar, yang dikenal sebagai "hero", dari perangkat mereka sendiri. Karakter terkontrol komputer yang lebih lemah, yang disebut "minions", bertelur di premise tim dan mengikuti tiga jalur ke foundation tim lawan, melawan musuh dan menara.
Riot Games, perusahaan yang mengembangkan dan menerbitkan permainan pc association of Legends, mengajukan gugatan pada tanggal 11 Juli 2017 terhadap pengembang portable Legends: hit hit yaitu shanghai Moonton innovation organization ke Pengadilan Negeri california karena telah melanggar beberapa merek dagang dalam permainan tersebut. [4] Gugatan tersebut didasarkan atas dugaan pelanggaran atas kekayaan intelektual oleh Moonton, para pengacara riot amusements menuturkan dalam gugatan mereka, bahwa Moonton melakukan pelanggaran atas kekayaan intelektual melalui permainan feature yang mereka kembangkan, yaitu enchantment Rush: legends Mobile, Legends: 5v5 MOBA (nama terdahulu portable Legends: hit Bang), dan versatile Legends: hit hit. [5] Pelanggaran tersebut, antara lain, mengenai aspek logo, karakter, rancangan peta, rancangan hero, dan rancangan creature. [6] Mereka pun melengkapi surat gugatan dengan ilustrasi untuk memperlihatkan aspek-aspek pelanggaran kekayaan intelektual yang dilakukan Moonton[7].
Karakter
Pada dasarnya karakter pada mobile legends dibedakan menjadi 6 role diantaranya; Marksman, Fighter, Tank, Mage, Assasin dan Support.[10]Setiap role mempunyai spesialisasi dan kemampuan yang unik, total jumlah karakter hero saat ini Oktober 2021, baik pada server original maupun advance adalah 106 hero.
Moonton secara teratur berkerjasama dengan negara-negara di Asia Tenggara yang merupakan pangsa pasar mereka dengan pemain mobile legends terbanyak di dunia[12] dengan membuat karakter baru berlatar belakang sejarah atau cerita rakyat masing-masing negara untuk meningkatkan daya tarik permainan.[13] Karakter yang berdasarkan kerjasama tersebut yaitunya Lapu Lapu[14] (Pilhipina), Minsitthar[15] (terinspirasi dari Kyansittha; Myanmar), Kadita[16] (terinspirasi dari Nyai Roro Kidul; Indonesia), dan Badang (Malaysia).

Komentar
Posting Komentar